Selasa, 18 Juni 2019

NEGERI KEBENARAN


oleh Idries Shah

Ada seseorang yang ingin berahlak baik, arif bijaksana, meski ia tahu manusia tak ada yang sempurna.
Ia pun pergi mencari Guru Zaman yang sejati. Banyak kitab-kitab yang telah dibacanya dan banyak kalangan-kalangan yang telah diterjuninya, sehingga ia dapat mendengar ucapan-ucapan dan menyaksikan perbuatan-perbuatan dari berbagai guru. Dilaksanakannya perintah-perintah yang keras beserta latihan-latihan spirituil yang sangat menarik hatinya.

Ia sangat gembira karena mendapatkan pengalaman-pengalaman. Namun kadang-kadang ia bingung karena ia sama sekali tak tahu tingkatan apa yang telah dicapainya dan dimanakah atau kapankah pencariannya itu akan berakhir.

Pada suatu hari ketika sedang mengkaji segala tingkah lakunya ia mendapati dirinya telah berada di dekat rumah kediaman manusia-manusia arif bijaksana yang sangat terkenal. 
Di dalam rumah itu ia bertemu dengan Khaidir, penunjuk-jalan rahasia yang menunjukkan jalan ke arah kebenaran.
Khaidir membawanya ke suatu tempat di mana ia dapat menyaksikan manusia-manusia penuh duka dan sengsara.

Kepada mereka ia bertanya, siapakah kalian ini sebenarnya?
Mereka menjawab:

 "Kami adalah manusia-manusia yang tidak mengkuti ajaran-ajaran sejati,  tidak setia kepada tugas yang dibebankan ke atas pundak kami, dan kami hanya memuliakan guru-guru yang kami angkat sendiri."

Kemudian ia dibawa pula oleh Khaidir ke suatu tempat di mana setiap orang mempunyai wajah yang berseri-seri dan berbahagia. " Siapakah kalian sebenarnya?"

Mereka menjawab:
 "Kami adalah manusia-manusia yang tidak menuruti petunjuk-petunjuk jalan yang sebenarnya."

"Tetapi bila engkau telah mengabaikan petunjuk-petunjuk itu mengapa kalian bisa berbahagia?" bertanya si pengelana.

"Karena kami lebih senang memilih kebahagiaan daripada kebenaran. Seperti orang-orang yang memilih guru-guru mereka sendiri sebenarnya memilih kesengsaraan pula." Jawab mereka.

"Tetapi bukankah kebahagiaan itu adalah cita-cita yang paling tinggi dari ummat manusia?" bertanya pula si pengelana.

"Tujuan yang terakhir dari ummat manusia adalah kebenaran. Kebenaran itu lebih daripada kebahagiaan. Namun seseorang yang telah mendapatkan kebenaran dapat pula memiliki perasaan-perasaan yang bagaimanapun ingin sesuai dengan keinginannya.

Kami telah berpura-pura bahwa kebenaran itu adalah kebahagiaan dan kebahagiaan itu adalah kebenaran. Orang-orang percaya kepada kami, termasuk engkau sendiri. 
Padahal kebahagiaan akan memenjarakan dirimu sebagaimana yang dilakukan oleh kesengsaraan."


Kemudian sang pengelana rnenemukan dirinya telah berada kembali di halaman itu dengan Khaidir di sisinya.

"Aku akan mengabulkan sebuah permintaanmu," kata Khaidir.

"Aku ingin tahu, kenapa aku gagal dalam mencari dan bagaimana caranya agar berhasil?" jawab si pengembara.

"Engkau telah menyia-nyiakan seluruh hidupmu," kata Khaidir, "karena engkau adalah manusia pembohong. Sebenarnya engkau mencari kepuasan pribadi dengan dalih mencari kebenaran."

"Namun aku sedang mencari kebenaran itu ketika aku bertemu denganmu. Dan hal ini tak terjadi terhadap setiap orang."

"Ya, engkau telah dapat menemuiku karena ketulusan hatimu cukup besar untuk menginginkan kebenaran demi kebenaran itu sendiri walaupun untuk sesaat saja. Ketulusan hatimu yang sesaat itulah yang menyebabkan aku datang untuk memenuhi keinginanmu"


Pengelana merasakan keinginan yang menggelora untuk menemui kebenaran meskipun ia akan tenggelam. Namun Khaidir telah beranjak pergi dan ia pun mengejarnya.

"Jangan engkau ikuti aku ", seru Khaidir, "aku akan kembali ke dunia yang penuh tipu, karena disitulah  aku seharusnya berada untuk melakukan tugasku!"

Ketika si pengelana melihat ke sekelilingnya, sadarlah ia bahwa ia tak lagi berada di halaman rumah sang guru arif bijaksana tetapi sedang berada di tengah-tengah negeri kebenaran.

Minggu, 09 Juni 2019

Belum Ada Judul





Demikianlah,Nak
Aku belum yakin, sanggupkah ku duduk bersama sepukau sepi
Membeku bersama kenangan yang makin menyubur
sesekali membuka lipatan riwayat
sejak jemari kecilmu melingkari hangat telunjukku


Perjalanan menua
kusaksikan dengan rimbunan air mata
Di seberang sana
kau genggam jemari lentik cantik

Hati terapung apung di sungai harap
tengoklah aku sesekali
dengan senyum yang sama
ketika kau menatap sambil mengarang cerita aneh
di tikung jalan
Menuju sekolah


Remah remah letihku tetap putih
Doa-doa melayang tanpa batas

Katakan padanya..
Aku hanya meminta sedikit bagianku
Tetap  bisa mencium keningmu

Selasa, 07 Mei 2019

Kapan Zikir?


Ada teman grup WA ajak zikir bareng pada jam, jumlah dan bacaan yang ditentukan.
Ide bagus ya, dari pada isi WA cuma nge-share  politik, candaan, atau gambar yang nggak guna.

Tapi sekarang saya nggak bisa lagi zikiran dengan komando.

Tahun 90-an pernah ikut zikiran Ustad Arifin waktu beliau baru ngetop. Pagi buta berangkat, mbela-mbelain nginep di rumah sahabat karib demi tempat duduk di teras rumah Ustad.  Nikmatnya puncak zikir bersama dengan meluncurnya buliran bening penuh pengakuan, perasaan hina di antara isak ratusan jamaah . Sapu tangan  saja sampe lepek! Mustinya bawa handuk kecil, kali ya!

Waktu jadi jamaah Ulil Albab Bogor pun ada berzikir bareng. Pengajarnya Nurcholis Madjid, ustad-ustad dengan nama belakang Shihab,dan Nassaruddin Umar profesor yang sekarang  jadi imam masjid Istiqlal setelah pensiun dari Wakil Menag.

Kami menghabiskan malam tahun baru dengan itikaf , zikir mesjid unik cantik seberang Ratu Plaza, Pusat Jakarta. Suasana haru saat baca pujian kepada Allah dan keluarga Rasulullah.

Menuju puncak malam makin seru. Isak tangis memadati ruang bercat ungu itu sementara ustad Husein Shihab menambah dupa di sudut-sudut ruang. Diktat tebal saya membasah.  Bagian ahir mengisahkan bagaimana cinta Rasulullah pada ummat saat menjemput ajal. Bagaimana duka Rasul andai ia hadir kala cucunya terpenggal karna fitnah

Beberapa bulan setelah itu barulah saya tau, saya telah masuk dalam kegiatan  jamaah syiah! Astaghfirullah.

Lepas itu kapok melakukan kegiatan ibadah ikut-ikutan tanpa ilmu.
Saya takut nggak bisa berzikir tanpa seseorang . Saya takut nangisnya saya karna terkondisikan dengan isak orang orang di sebelah.

Air Mata Zikir

Ia bisa  meleleh di mana saja, nggak harus di atas sajadah.  Ketemu potongan ayat Quran yang menohok, dengar lirik lagu relijius lantunan pangamen di angkot, atau cuma gara gara lihat tukang pulung melipat sarung dan sajadah kumalnya dengan hati hati lalu disisipkan pada dinding gerobak. Dengan wajah segar wudhunya dia siap berjibaku lagi dengan kehidupan.

Kapan Zikir?

Zikir sepanjang waktu. Reflex memuji Pemilik Keindahan begitu lihat cantiknya alam. Memikirkan molekul molekul ajaib pada air dan udara, klorofil pada tumbuhan, sel pada tubuh, keseimbangan yang membuahkan keindahan.
Lihat ombak biasa saja, tapi dalam gerakan super lambat dia seperti lukisan kristal artistik!

Zikir memikirkan keteraturan garis edar benda langit. Begitu tepat dan telitinya hitungan Allah membuat jejak Si Venus dan Si Mars menjadi lukisan rumit super keren! 


Tapi zikir bisa juga  terucap di waktu mengerikan.
Pernah zikir dengan deg degan karna kebagian driver Grab Bike yang hobby zig zag. Berharap kalimat tauhid yg terahir terucap kalau "Kenapanapa" 😣😣

Zikir bisa timbul  dalam kesebalan. Lihat orang marah marah di depan muka, Seolah Allah lagi bilang..."Itu salah satu suksesnya kerjaan iblis!" Tersadar bahwa cuma Allah yang Maha Lembut,  Maha Cinta nggak egois meski pantas, Maha Santun.

Zikir  timbul waktu lihat pemandangan menjijikan..
Ada campuran sisa makan di sink cuci piring... Segitu aja kegembiraan melahap? Bangga makan di tempat nge-top dan mahal? Padahal dalam perut menyatu menjijikan.

Atau lihat air got hitam, bau busuk, permukaan penuh gelembung lumut hijau berlendir, sekali kejeblos nyeselnya seminggu.
Tapi mikir.. Itu tempat ternyaman dibanding neraka yang pakek tambahan didih, nanah, dan duri duri yang mencabik tenggorokan hingga usus.
Nauzu billahi min zalik!

Ringkesnya, kegiatan zikir banyak macamnya dan  sepanjang waktu, tergantung  adegan hidup yang Allah suguhkan hari itu.
Zikir dalam fikiran sederhana saya adalah menyampaikan perasaan kepada Allah.

Ingat curhatan teman saya.
"Manager gue yang baru ini bener bener  bikin gue jadi relijius!!!"



*istighfar melulu

Note:
Untuk zikir lisannya bagus baca zikir pagi dan petang. Benar benar diambil dari hadist shaheh yang masyhur. Kalau baca terjemahannya "Ngena" banget!
Allah Maha tahu apa yang kita butuhkan.

Ada 2 zikiran pendek yg biasa kita lakukan seusai sholat dengan pilihan jumlah.
Yang baru latihan sedikit2 saja dulu. Yang penting rutin.
Kalau mau 100x bisa lakukan sambil beraktifitas. Biasanya saya nggak hitung lagi. Mending lebih dari pada kurang.
Seenaknya kita saja, lakukan dengan tenang dan nggak kayak orang kejar setoran.
Zikir semacam ini biasanya saya lakukan saat dalam kendaraan, karna mata nggak sanggup lagi membaca quran dengan guncangan.

Semoga manfaat.



Minggu, 05 Mei 2019

Tetangga Dunia Akhirat, Amiin Ya Rabb.



Entah dengan cara apa mengabadikan nama bapak saleh ini?
Beberapa kali saya ingatkan anak anak jangan pernah melupakan jasa2nya.

Saat saya masih jadi ibu muda 9 bulan perkawinan, istrinya sesekali datang menemani. Faham kalau ibu hamil muda enggan masak, dia bawakan Gudeg masakannya yang sering dipuji warga.
Faham ibu muda masih minder bergaul dengan ibu2 senior, faham suka lonely kangen orang tua dan harus rela 12 jam menunggu suami pulang kerja. Bu Ondy datang sekedar ngobrol ringan.

3x mules mules mau melahirkan, Pak Ondy mengantar sampai Bidan. Istrimya yang mengurut urut punggung, menunggu sampai lahiran. Dia gantikan ibu saya yang sedang panik cari info apakah bapak termasuk korban terowongan Mina. 

Anak ke 2 , anak ke 3, pun pak Ondy antar dengan mobil Kijang barunya warna coklat susu. Ya Allah, balas segala kebaikan dan keihlasannya dengan tempat mulia dan  berkahilah keluarganya.

Sering malu, berharap supaya nggak ada kejadian apa apa lagi yang merepotkan mereka.  Tapi tetap bantuannya datang di awal. Waktu anak pertama kejang step, anak ke 3 patah tangan, anak bungsu kena muntaber, titip anak anak waktu keguguran hingga masalah mesin cuci baru yang lampu sensornya kedap kedip menolak kerja.

Yang bisa saya lakukan jauh dari sedikit. Nggak bisa disebut  balasan sih, sebab sekedar memberi hak tetangga, wajar2 saja. Nggak ada istimewanya.
Dalam keadaan penuh harap saya minta Allah beri kesempatan. 

Cucu pertama mereka lahir. Alhamdulillah sepanjang masa balitanya rumah kami jadi rumah ke 2nya. Dia  lucu, hiburan keluarga sekaligus ajang anak anak belajar komunikasi yang baik dan mengolah emosi.
Melek mata pagi pagi balita mata besar kulit terang dan rambut ikal itu sudah minta diantar ke rumah saya. Kadang kebablasan tidur siang di depan tv dan ngamuk kalau dijemput kakeknya.

Setahun sudah Pak Ondy pergi. Harusnya waktu itu kami maklum karna cincin sudah lama terpasang di urat jantung. Namun karna sehari sebelumnya dia segar dan ngobrol2 biasa, agak syok juga.

Sekarang tinggal kenangan harum. Ingat suara pintu pagar setiap azan berkumandang, gesekan sapu lidi di teras, kebiasaannya menampung air hujan, panaskan mesin mobil, berdiri di  antara janda2 dhuafa membagikan sedekah, bersepeda pagi dan masih banyak lagi

Sesekali saya mampir ke kampung terahir pak Ondy, kebetulan dekat rumah dan selang beberapa nisan dari kedua mertua saya dan Ibu Ami yang bertahun membantu saya mengurus TK. 

2 hari lalu Ibu Ondy datang dg kursi roda.
Kangen katanya. Beliau minta saya datang ke rumahnya temani ngobrol. Pasti deh akan terulang lagi cerita tentang pesan Pak Ondy dan tentang sempat2nya  merapihkan peralatan jahit istrinya sebelum wafat.

Sebelum pisah Bu Ondy tertawa mengisahkan cucu pertamanya yang menolak dipanggil dengan sebutan "Aa" khas Sunda.
Dia ingin dipanggil Abang seperti dia panggil anak anak saya.  Alahamdulillah Oik baik, banyak belajar dari abang2nya di sini, katanya. Alhamdulillah..

Sudah niat nih...Insya Allah secepatnya akan saya serahkan video2 tentang Oik sejak balita hingga usia sekolah yang selama ini kami rahasiakan. Semoga jadi hadiah kejutan sekaligus kenang2an.

Ya Allah... Terimakasih sudah 25 tahun lebih Kau beri kami rejeki tetangga yang super baik. Kami bersaksi dihadapanMu kelak bahwa tak satu pun hak kami terambil. Tangan dan lidah mereka membuat hidup jadi penuh makna.
Luaskan dan terangi kuburnya. Himpun ia kembali bersama keluarga di dlm JannahMu.
Nanti kita tetanggan lagi di sana, ya Pak...😀 Amiin ya Raab.



Selasa, 30 April 2019

Pesan Embun


Pernah kepikiran tentang subuh, nggak? Lewat embunnya yg turun perlahan menyentuh muka bukit hingga sela rumput dengan bintik2 murni sejuk, ia ajari kita  mengawali hari dengan sesuatu yang bersih.

Soal subuh ini cepat saya tulis setelah  jempol saya  terperosok ke yutub dlm tayangan menjijikan.

Prolognya dulu yah.
Ritual sebelum saya ucap Bismikallah humma ahyaa wa bismikia amuutu adalah bebersih. Bagi saya moment tidur adalah saat  paling nyaman setelah sepanjang hari badan capek, aktif memproduksi keringat di depan kompor, di sisi sapu dan kain pel sampai dalam angkot.

Demi kenyamanan  wajib sikat gigi dan wudlu,  lainnya adalah kenakan baju tidur dan daleman bersih,  husus, super adem, jauh dr ketat. Nggak lupa minum 1 sendok makan jus herbal buatan pak suami, pakai body skin utk jaga kelembaban kulit dan bedak Herosin mentol untuk hindari sumuk.

Usia nggak bisa bohong ya, Geliga plus minyak tawon ikut menemani. Kalau nggak kebablasan nyenyak masih sempat urut2 kaki sedikit. Manjain otot sebelum dia istirahat juga. Enak lho, ngurut sambil berterimakasih  karna dengannya kewajiban dunia akhirat kita terlaksana. Cobain deh! Tidur tu happy. Apalagi kalau bisa baca quran sebentar, memaafkan semua orang dan diri sendiri.

Banyak  perempuan yang ritualnya lebih panjang . Pakek senam sebentar dan perawatan muka malam hari.
Tapi untuk mahluk "Pelor" (Asal nempel langsung molor)  seperti saya ini cukup kup! Kecuali habis bepergian jauh baru tambah mandi malam.

Saya belum temukan tulisan komplit tentang manfaat mandi antara jam 3.dan 4 subuh tapi percayalah itu jauhkan kita dari lelah, malas dan lemas saat siang.  Berkegiatan di saat orang masih tidur efeknya liar biasa. Serasa dapat jatah 30 jam dalam sehari dan rumah nggak seperti kuburan.

Nah, sekarang lihat bagaimana terprosoknya saya di awal hari gara gara jempol! Hamppun, jaga jempol kok susahnya kayak jaga lidah ya.

Awalnya ingin buka aplikasi quran tapi mata terbentur notif kuliner. Niatnya liat sebentar tapi keterusan pencet2 link lain tentang kerja team dokter kosmetik Korea yang merubah  wanita berwajah Frankestain jadi Barbie... terus kecintaan Bule pada Batik, dan ahirnya lihat tayangan youtuber  laki laki  Indonesia di atas ranjang tengah menjawab pertanyaan netizen dengan kocak.
Di menit ke berapa gituu... kamera shoot jauh, kelihatanlah penampakan sebenarnya! Di sampingnya bersandar laki laki bule lebih tua terkesan melindungi dan memanjakan.  Saya mulai jijik apalagi pertanyaan sudah melantur jauh.

Ose cari ose dapa. Lu cari lu dapet! Begitu kalau kata orang Ambon.
Nggak sampai tuntas nontonnya karna tersadar udara murni pagi sudah berlimbah. Kehidupan planet "Aneh" itu jadi toxin di kepala. Menyesal, kenapa tahu sesuatu yang sebaiknya nggak usah tahu.

Kalau sudah begitu kan jadi kerjaan. Berusaha murnikan suasana fikir lagi. Asah  zhon tanpa mengutuk zaman dan hilangkan kengerian si monster besar pengancam anak cucu di kemudian hari.

Memulai hari dengan pikiran bening harus diusahakan. Jangan biarkan keburukan merusaknya apalagi cuma gara gara jempol.

Jika untuk moment tidur saja kita mau repot2 melakukan sesuatu demi nyaman,  kenapa  nggak melakukan hal yang sama untuk membuka lembar hari ?

Pesan embun, nasihat Tuhan.
Kemurnian adalah bekal paling amazing untuk mengarungi hari . 
Menjemput subuh dengan sunnah adalah kunci jawaban soal  UAN .
* Ujian Allah Nanti

Teman, selamat berjuang mengisi hari











Senin, 22 April 2019

Angin Dari Selatan


Angin  sejuk dari selatan datang menyambangi.
Pulihkan penat perjalanan.
Kembali seperti semula
Di puncak rasa

Pendek dalam waktu
Panjang dalam nikmat
Seperti hiburannya pada pasukan muslim berdarah di lembah Badar.

Angin selatan datang sekilas
Tak tau kapan kembali
Segera kusimpan dalam laci puisi
berwarna pelangi.
Kubawa ke ladang keabadian.

Minggu, 21 April 2019

Esensi Cahaya


Gambar mungkin berisi: tanaman dan bunga



Kemajuan tehnologi dalam fotografi (Indonesianya), Enggrisnya sih Photography, kadang membuat lupa akan esensi cahaya. Begitu ketemu obyek bagus cepet2 njepret. Editan jadi andalan. Padahal jatuhnya cahaya natural lebih menonjolkan obyek dan mempengaruhi suasana hati penikmat foto.

Orang  berfikir kamera segalanya. Padahal dia cuma alat untuk menangkap cahaya.
Kamera sederhana bisa menghasilkan gambar menarik dan mengaduk perasaan seperti karya fotografer asalkan pandai membaca jatuhnya cahaya.

Ingat Ni Wayan? Juara photography internasional dari Bali usia SMA, yang kesehariannya berdagang kue lalu memulung sepanjang perjalanan pulangnya?  Dari kamera murahan milik tetangga dia potret ayam jago tengah bertenggar di dahan, sementara jemuran pakaian bersih berjejer ada di bawahnya.
Unik di mata fotografer manca negara dan ahirnya membawa Ni Wayan terbang ke Holland mengambil penghargaan.

Darinya saya jadi menyukai foto yang lugas jujur. Foto berkarakter tanpa editan.
Kepengen sih punya perangkat foto komplit biar dapat hasil cetar. Tapi lebih seru terima tantangan. Dengan kamera mirah, hasilnya Wooow!!

Saya catat ...

Fotografi adalah praktek, bukan teory
Jangan coba-coba melakukan cahaya menyilang pada saat meletakkan obyek dan cahaya.
Sering sering praktek untuk melatih kepekaan
Jangan cepat patah kalau dapat hasil nggak bagus
Motret butuh spirit
Pelajari tehnik pencahayaan dan komposisi.

6 point penting untuk ilmu saya hari ini dari pakar foto Darwis Triadi ( Di kelas Yutub!)

Kamu belajar apa hari ini?






Jumat, 19 April 2019

Hatiku



Keresahan bersama.
Semua tanya macet, membentur dinding.
Seperti Nyanyian akar rumput

Lompatan cahaya berbalas melintasi pekat malam
Perang data, perang cacian 
Kebohongan di depan mata
Sejenak bumi kehilangan pesona warnanya.

Hatiku selembar daun
melayang pelan ke atas rumput 
Biarkan berbaring sejenak
Masih ada yang ingin kupandang
Rinai datang menghapus debu jalan












Selasa, 16 April 2019

MEMILIH



Katanya bingung mau pilih paslon yang mana? Saya kasih saran dong,  sholat istikharah saja ! Jawabnya, nggak ah! Takut disuruh pilih no 2.



SAAT HARUS MEMILIH-HC JANGAN BINGUNG ADA ALLAH BERSAMAMU





Memilih pemimpin sama dengan memilih pasangan hidup.
Lihat dengan siapa dia berteman.

Seorang sahabat menyindir halus, lihat rekam jejaknya!

Umar Bin Khattab pernah diragukan oleh para tokoh sahabat ketika dinominasikan Abu Bakr.
Sebab ia dianggap kasar, keras, menakutkan. 
Seseorang tak selalu bisa dinilai dari rekam jejaknya.
Umar dahulu sangat ingin mambunuh  Rasulullah,
kini berbaring mesra di samping Rasulullah 

Asal jangan rekam jejak di KPK 😀


Kamis, 04 April 2019

Menyikapi Orang Yang Mau "Bundi"

Kejadian ini menimpa seorang teman  fb saya tadi malam dan memaksa untuk menulis.
Biasa, penulis receh seperti saya harusnya  nulis malah mikir, harusnya mikir malah nulis.

Wall fb  tiba tiba muncul gambar alur jalan kereta di buram malam. Posisi kamera  beberapa meter dari samping rel. Nampak lantai panjang 3 meteran seperti teras warung, atau pos ronda. Cahaya lampu jalan menyorot tajam jadi nggak jelas ada di wilayah mana?
Ya Allah Baca captionnya benar benar  mengaduk perasaan. Ngeri luar biasa! Ingat lagi pada 2 org  yg saya kenal dekat punya gejala sama hingga ahirnya berhasil mewujudkan keinginannya "Bundi" (Bunuh Diri)
Allahu yarhaam!
Sampai pagi ini postingan masih dihujani komentar bujukan dan peringatan dari  teman2. Tapi hanya sekali  ibu dari 2 anak yang masih kecil2  itu membalas koment dengan singkat.

Saya harap tulisan  singkat ini dapat mewakili rasa sayang saya untuk dia. Saya ingin siapa pun faham kondisi dia, setetes pun jangan terlintas dalam fikiran bahwa keinginan bundi itu sudah pasti, harga mati,  karna  dia kurang iman, pendosa, kwalat, kerasukan, dll. Belum tentu!





Banyak penyebab hingga seseorang bundi. Percaya nggak, di Korea sedang dibahas beberapa ahli medicine karna didapati anak kecil bundi bukan karna stress, bukan! Tapi karna obat flu dosis tinggi. Kerap diminum saat musim dingin extrim.

Penyebab bundi bisa karna

1. Depressi level 1 yang didiamkan. Keluarga menganggap sikapnya lebay. Dan masyarakat kita masih menganggap ke psikolog itu hanya untuk orang stress menjelang gila.

2. Meski ada yang berhasil di rukyah karna dianggap kerasukan, tp sembuhnya nggak permanen. Mereka betul- betul butuh makanan jiwa dari ahlinya

3. Orang sekelilingnya kurang kepo positif. Biasanya sebelum bundi mereka menarik diri dulu, susah dihubungi. Karna menganggap dirinya seperti perusak pesta, jadi harus cepat "Pulang"

4. Obat tertentu yang diminum menahun bisa berefek halusinasi. Seperti ada 1 suara di telinga yang orang lain nggak dengar. Lama lama 2,3, bahkan 4 suara sperti ngobrol terkadang menyuruh dia melakukan.

5. Kelainan Kimia tubuh/otak. Maka bawalah dia sedari awal. Ada obat yang bisa mengimbangi.

6. Kehilangan keseimbangan hormon juga bisa. Dialami oleh ibu2 yg habis melahirkan . Istilahnya Babby Blues. Dia bundi atau bayinya dibunuh.

Bagaimana sikap kita?
Jangan menghakimi. Kalau nggak bisa nolong langsung, kita doakan tanpa suuzon.
Berusaha mencari tau keluarga dekatnya via daftar pertemanan atau foto-foto keluarganya yg pernah di-tag nama2nya.

Biasanya psikolog memohon agar penderita jangan dibiarkan sendirian meski sudah rutin konsultasi.

Kalau sudah kejadian, tetaplah berhusnuzon pada penderita terlebih lagi pada Allah. Memang berdosa besar perbuatan itu. Tapi kita kan nggak tau apa penyebabnya? Jangan usik hak Allah dalam menilai dan memutuskan.

Di kitab "Urutan dosa dosa besar", bunuh diri ada di urutan 36 kalau nggak salah.
Urutan teratas diisi oleh pelaku syirik, munafiq, meninggalkan solat dengan sengaja, menghilangkan nyawa orang ...dan seterusnya.

Ya Rabb...
Bimbing sahabat saya.
Gerakkan hatinya untuk kembali ke anak anaknya dengan hati dan fikiran baru yang Engkau jernihkan.
Duhai Pengasih yang kasihNya melebihi luas langit meski dosa hambaNya menggunung, jauhkan kami dari perbuatan menzalimi orang dan manzalimi diri sendiri.